Langsung ke konten utama

Susahnya Jadi Ibu dan Arena Perang Baru

 Arisan Materi Vol.2



Judul Buku : Anatomi Perasaan Ibu
Penulis : Sophia Mega
Jumlah Halaman : 149 hlm
Tanggal Terbit : Cetakan Pertama, Agustus 2023
Penerbit : EA Books
Peresensi : Diyan Syalawaty

Ketika anakku lahir, ternyata aku tidak hanya merasakan kebahagiaan saja. Ternyata jadi ibu tidak hanya berisi kebahagiaan. Emosinya sepaket dengan perasaan tak berharga, kesepian, kesedihan, kemarahan, hingga perasaan mulai gila. Saat baru saja melahirkan sang bayi, ibu bisa merasakan hati yang berbunga-bunga sekaligus rasa sepi yang mengakar.

Pada hari-hari yang berat ibu juga kerap kehilangan diri, tetapi hal ini jelas tak akan dibagikan di internet. Itu terlalu nekat. Sebab ketika membagikan cerita bahagia saja, ibu masih sering mendapatkan koreksi atas kekurangannya dalam pengasuhan. Ibu selalu dituntut menjadi sempurna.

Aku tak mau lagi menyembunyikan diri dan cerita-ceritaku. Aku memilih melawan konsep kesempurnaan ini dengan membagikan cerita tentang menjadi ibu yang lebih jujur. Di buku ini, aku membagikan pengalaman menghadapi setiap emosi yang hadir ketika baru menikah, hamil, melahirkan, menyusui, dan menjalani keseharian ibu.

Resensi
Hidup ini penuh dengan arena perang. Itu pula yang aku pahami setelah membaca. Sebelum menikah, arena perang kita adalah sekolah/kampus, teman-teman sebaya, kantor, dan keluarga.

Aku pernah berpikir, menikah akan meringankan separuh beban yang semakin bertambah seiring usia kita juga bertambah. Tapi itu salah.

Anatomi Perasaan Ibu sedikit banyak mengubah cara pandangku. Pernikahan malah arena perang baru. Ia bukan solusi. Buku ini juga berisi tiap-tiap masalah yang dihadapi penulis dari fase awal menikah sampai dia memiliki anak.

Beban ganda seorang ibu, pekerjaan domestik, dan tuntutan lingkungan membuat arena perang baru ini sulit dijalani. Aku melihat Mamakku saat membaca. Mamak akan tidur paling terkahir, dan bangun paling cepat. Mengurus rumah sebelum bekerja. Mengurus pekerjaannya di rumah. Aku menyadari betapa lelahnya beliau menjadi ibu. Beliau bahkan tidak pernah menuntut hari libur.

Semua peran butuh libur.

Libur menjadi Ibu. Libur menjadi orang tua bukanlah dosa. Buku ini juga menyadarkan kita, kadang memang butuh waktu dengan diri sendiri agar tidak larut dalam keruwetan hidup. Menyediakan waktu untuk bersenang-senang akan mengembalikan semangat kita/menstabilkan emosi. Menyayangi diri membantu kita lebih baik dalam menyayangi orang lain.

Buku ini bagiku harus masuk daftar buku wajib dibaca sebelum menikah. Ada banyak hal-hal yang tidak lazim dibicarakan masyarakat soal melahirkan dan menyusui. Banyak pengetahuan baru yang kudapat.

Berbagai buku dan orang expert di bidangnya terlibat dalam perjalanan penulis menjalani arena perang baru. Pilihannya.

Mungkin pula akan jadi pilihanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Sibuk Menjadi Hakim

 Arisan Materi Vol.2 Judul Buku : Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam Penulis : Rusdi Mathari Jumlah Halaman : 214 hlm Tanggal Terbit : 2018 Penerbit : Buku Mojok Peresensi : Dicky Setiawan Sembilan belas naskah yang berada di tangan Anda adalah sehimpun reportase Rusdi Mathari. Naskah ini disajikan secara mendalam, menarik, dan juga menggelitik. Pembaca akan dibawa oleh Rusdi Mathari untuk menjelajahi reportase dari beragam kisah. Mengetahui kisah orang-orang yang berjuang melawan penyakit AIDS, orang-orang tua yang menghabiskan hidup di panti, dan sekelumit kehidupan pasar. Menelisik kehidupan masyarakat Aceh pasca-tsunami dan pembalakan hutan di Kalimantan. Membaca catatan beragam peristiwa hukum dan kriminal, hingga ketidakadilan yang dialami sebagian kelompok di Jawa Timur. Resensi Ini merupakan review kedua saya pada buku karya Rusdi Mathari, Merasa Pintar Bodoh Saja Tak P unya adalah buku pertama yang saya review sebelumnya. Selanjutnya saya membaca buku karya  beliau ...

Jangan Nganggur!

Arisan Materi Vol.2 Judul Buku : Yang Menyublim di Sela Hujan Penulis : Fawaz Jumlah Halaman : 314 hlm Tanggal Terbit : 2018 Penerbit : EA Books Peresensi : Much Rinaldi Naskah ini berisi tentang cerita yang disarikan dari catatan-catatan penulis selama menjalankan tugas di Kampung Mumugu Batas Batu, Kabupaten Asmat, Papua sebagai sukarelawan guru. Penugasan ini diberikan kepada penulis dalam rangka mengawal program literasi terapan di Sokola Asmat. Dalam naskah ini menceritakan tentang pengalaman belajar mengajar bersama anak-anak murid Sokola Asmat di Mumugu Batas Batu, interaksi dengan murid-murid dan warga, permasalahan-permasalahan yang dialami selama penulis tinggal di lokasi penugasan, dan keseharian yang dijalani di Mumugu Batas Batu. Dan jangan lupa cerita-cerita lucu, kocak dan konyol yang penulis alami selama berinteraksi dengan anak-anak dan warga Mumugu Batas Batu. Resensi ------------ Klik --->  pengantar bahasan Terima kasih.

Teman, Masa Lalu, dan Hal-Hal yang Belum Selesai

 Arisan Materi Vol. 2 Judul Buku : Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya Penulis : Haruki Murakami Jumlah Halaman : 345 hlm Tanggal Terbit : Cetakan Pertama, Januari 2018 Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Penerjemah : Ribeka Ota  Perensensi : Syalma  Tsukuru Tazaki punya empat sahabat karib di SMA. Kebetulan, semua nama mereka menyiratkan warna. Dua laki-laki yang masing-masing dipanggil Akamatsu yang berarti ‘pinus merah’ dan Oumi yang berarti ‘laut biru’. Sementara nama para gadis berturut-turut Shirane, ‘akar putih’, dan Kurono, ‘ladang hitam’. Dan Tazaki satu-satunya nama belakang yang tidak memuat warna. Suatu hari teman-teman Tsukuru mengabarkan bahwa mereka tidak mau bertemu lagi dengannya ataupun berbicara dengannya, selama-lamanya. Sejak hari itu dia terapung-apung antara hidup dan mati, tidak mampu berteman dengan seorang pun. Tetapi, dia lalu bertemu Sara, yang menyadarkan bahwa kini sudah waktunya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ter...