Langsung ke konten utama

Baca Ini Sebelum Menikah

 Arisan Materi Vol.2



Judul Buku : Mencari Hati Perempuan
Penulis : A.M Safwan
Jumlah Halaman : 135 hlm
Tanggal Terbit : 2019
Penerbit : Rausyan Fikr
Peresensi : Reza Fahlevi

Resensi

Problematika mengenai permasalahan kekerasan dan domestifikasi terhadap perempuan, hal tersebut menjadikan ketidakseimbangan pada manusia dalam peranan antara laki-laki (akal) dan perempuan (hati) sebagaimana yang telah melalui uraian panjang pada buku A.M Safwan yang pertama yaitu “Islam & Kosmologi Perempuan” yang diterbitkan pada Mei 2019. Dalam ulasan berbagai permasalahan mengenai isu dan keseimbangan Alam Manusia dan Tuhan. Selain itu, Perempuan banyak memiliki catatan kelam pada sejarah dan peradaban manusia, yang mana Perempuan mempunyai banyak catatan kelam mulai dari Perempuan sebagai objek eksploitasi seksualitas, Perbudakan perempuan dan transaksi jual beli, Tubuh perempuan sebagai objek iklan bagi kapitalis, sehingga perempuan dikaitkan memilikki perspektif yang berbeda dalam tubuhnya bukan karena hati atau cinta yang agung yang tersimpan dalam diri perempuan. 

Selanjutnya, pada buku “Mencari Hati Perempuan ini merupakan karya bukunya yang ke-2 sebagai lanjutan yang berjudul “Mencari Hati Perempuan” dengan sub judul “Kosmologi perkawinan akal dan hati” akan banyak menguraikan persoalan keseimbangan laki-laki yang menjadikan hati perempuan sebagai lokus dari akal laki-laki sebagai pintu utama dalam merefleksikan peran akal dan hati dalam jiwa manusia.

Banyak yang mengetahui hati adalah pusat keseimbangan manusia, sedangkan akal adalah cahayanya atau ruh. Cahaya ini sering dikaitkan dengan ilmu dari Allah yang diberikan kepada hati yang dikehendakinya yaitu Al-Quran. Dengan Allah mengalir di jiwa kita adalah akal yang memasuki hati sehingga hati mengetahui hakikatnya sebagai tempat Allah tempat menghubungkan dirinya dengan manusia. Sebagaimana ungkapan para sufi, Barangsiapa mengenal dirinya maka ia mengenal tuhannya.

Melalui pendekatan kosmologi islam, mengenal jiwa perempuan adalah syarat dari mengenal Tuhan, sebagaimana ungkapan Ibnu Arabi “Kita dapat menyaksikan Tuhan dalam diri Perempuan” dalam kosmologi islam jalannya melalui perkawinan”.

Sebagaimana kutipan dari Hadis yang mengatakan “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap perempuan dan akulah yang paling baik terhadap istriku – Rasulullah Muhammad S.A.W”. Berdasarkan hadis tersebut, sebagai menjadikan rujukan dalam islam dalam menjadikan aspek moralitas terhadap perempuan menjadi ukuran seorang manusia.

Spiritualitas perempuan dalam kekuatan cintanya yang menjadikan keluarga sebagai ruang spiritualitas terbaik dalam mengajar dan mendidik generasi dengan cinta, sehingga Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam memang nyata kita saksikan dalam diri perempuan yang memancarkan Nur Muhammad SAW.

Dalam buku ini berisi 7 sub judul pembahasan di antara lain mulai dari menjelaskan arti perspektif Alquran dan hadis, menjelaskan tentang jiwa perempuan, menjaga hati perempuan, perempuan dalam keimanan, akhlak dan amal perbuatan, perempuan dan dua tangan Allah dan yang terkahir lahirnya hati perempuan yang menjadi rujukan bagi perempuan lain yaitu putri Rasulullah SAW dan Sayyidah Zainab.

Yang pertama hati dalam alquran dan hadis, dalam Al-Quran dan Hadis Alquran menggunakan istilah kalbu sebanyak 132x tidak termasuk turunan dari kata tersebut. Alquran menggambarkan Hati sebagai lokus dari apa yang membuat seorang manusia menjadi manusiawi.

Usaha dari kepribadian manusia dan karena manusia secara eksistensial dengan Tuhan, maka hati adalah lokus pertemuan manusia dan Tuhan. Nah penjelasan-penjelasan Al-Quran ini tentang hati menunjukkan bahwa hati tidak memiliki sifat atau perannya yang tetap jika hari berada dalam kondisi tentang hati menunjukkan bahwa hati tidak memiliki sifat atau perannya yang tetap.

Jika hati berada dalam kondisi seperti ini akan menimbulkan bahaya bagi kita manusia karena berdampak pada penyimpangan kesesatan dan kesengsaraan  kosmologi perempuan menempatkan arti penting akal dalam menyingkap hakikat nama itu agar hati yang dirasakan jiwa perempuan adalah nama yang sesuai dengan lokus hatinya yang penuh dengan cinta pada seluruh nama-nama Tuhan.

Perkawinan akal dan hati adalah sarana juga berjalan meninggalkan alam material menuju alam ruhiah Abadi, Jalan Perkawinan adalah Jalan penyu dengan itu dalam kerangka kosmologi perempuan yaitu ditemukannya cinta dalam hati perempuan karena akal laki-laki yang menunjukkannya dengan pandangan dunia yang niscaya yaitu keimanan dan relevansinya dengan akhlak dan amal perbuatan.

Kedua adalah menjaga Hati perempuan yang pertama adalah hati perempuan yang kajiwa perempuan cenderung lebih dekat kepada hati perbuatan adalah tindakan hati sangat utama bagi laki-laki untuk menemukan hati perempuan yang penuh dengan ketaatan agar ia dapat mengendalikan tabiat dan hawa nafsunya dalam buku ini juga penulis mengatakan bahwa kecenderungan laki-laki yang sedang menguraikan persoalan dan kecenderungan perempuan untuk menyederhanakan persoalan laki-laki sering terjebak pada pikirannya sendiri sedang perempuan sering terjebak pada hatinya sendiri oleh karena itu laki-laki perlu menyederhanakan pikirannya sedang perempuan perlu menguraikan isi hatinya. 

Yang kedua adalah beban di hati perempuan kondisi hati perempuan cenderung mampu menerima berbagai keadaan Hidup baik senang maupun susah kondisi kau laki-laki cenderung mampu menjaga hati perempuan ketika akal laki-laki mengambil beban di hati perempuan menjaga akan laki-laki untuk menemukan tujuan hidup bersamanya sehingga yang harus dilakukan adalah menempatkan kondisi realistis Jangan memaksakan diri dalam menjaga hubungan dengan hati perempuan laki-laki perlu banyak berusaha meringankan beban hati istrinya.

Yang ketiga adalah hati perempuan penguat Iman perkawinan laki-laki dan perempuan seperti perkawinan akal dan hati akal yang dianut Giant seperti laki-laki mengikat hati yaitu perempuan menjadikan Iman lebih mudah menjadi akhlak dan amal perbuatan Iman tanpa akhlak dan amal perbuatan seperti pengetahuan Tanpa Cinta.

Yang keempat adalah hati perempuan untuk masa depan aja perempuan lebih mudah menerima nasihat.Carilah hati perempuan yang penuh cinta agar kau tahu apa arti hidup bersama perempuan di masa depan sehingga nasihat yang baik dari seorang suami akan diterima oleh istrinya jika nasehat itu dirasakan hati perempuan sebagai ungkapan cinta yang terdalam serta kekuatan hati perempuan akan terjaga jika laki-laki dapat senantiasa memastikan bahwa hati istrinya adalah masa depan hidupnya di jalan kebaikan.

Yang kelima adalah hati perempuan untuk ketenangan laki-laki cenderung tertawan oleh salatnya, perempuan cenderung tertawan oleh rasa cintanya hanya cinta perempuan yang bisa menenangkan hasrat laki-laki dalam perkawinan, karena cinta perempuan adalah sumber ketenangan hasrat laki-laki karenanya laki-laki perlu menjaga hati perempuan karena disitulah cinta bersemayam.

Yang keenam adalah hati perempuan untuk dipahami ketika seorang laki-laki sang suami berbicara kepada si perempuan pastikan hati perempuan bahagia dengan pembiaran kita ketika seorang perempuan berbicara kepada laki-laki pastikan akal laki-laki memahami apa yang ada dihati perempuan akal yang memahami hati adalah akal yang hidup dengan cinta.

Terakhir, hati perempuan adalah Pujaan akal, kondisi hati perempuan tempat terbaik bagi akal laki-laki kondisi hati perempuan tempat terbaik bagi akal laki-laki untuk menemukan keseimbangan kondisi akan laki-laki adalah tempat terbaik bagi hati perempuan untuk menemukan kebahagiaan. jadikan akalmu pemuja hati karena cinta yang terpuji ada di hati perempuan.
 
Secara keseluruhan, buku ini merupakan buku yang bermanfaat dan inspiratif bagi para laki-laki yang ingin memahami dan mencintai perempuan dengan cara yang benar dan bijak, serta bagaimana rumah tangga yang menjadi rumah cinta dan perubahan dalam peradaban. Buku ini juga dapat menjadi bahan bacaan dan diskusi bagi para perempuan yang ingin mengetahui dan mengembangkan potensi dirinya sebagai makhluk yang mulia dan istimewa. Buku ini juga dapat menjadi panduan dan motivasi bagi para pasangan suami-istri yang ingin menjalani kehidupan berumah tangga yang harmonis dan bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teman, Masa Lalu, dan Hal-Hal yang Belum Selesai

 Arisan Materi Vol. 2 Judul Buku : Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya Penulis : Haruki Murakami Jumlah Halaman : 345 hlm Tanggal Terbit : Cetakan Pertama, Januari 2018 Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Penerjemah : Ribeka Ota  Perensensi : Syalma  Tsukuru Tazaki punya empat sahabat karib di SMA. Kebetulan, semua nama mereka menyiratkan warna. Dua laki-laki yang masing-masing dipanggil Akamatsu yang berarti ‘pinus merah’ dan Oumi yang berarti ‘laut biru’. Sementara nama para gadis berturut-turut Shirane, ‘akar putih’, dan Kurono, ‘ladang hitam’. Dan Tazaki satu-satunya nama belakang yang tidak memuat warna. Suatu hari teman-teman Tsukuru mengabarkan bahwa mereka tidak mau bertemu lagi dengannya ataupun berbicara dengannya, selama-lamanya. Sejak hari itu dia terapung-apung antara hidup dan mati, tidak mampu berteman dengan seorang pun. Tetapi, dia lalu bertemu Sara, yang menyadarkan bahwa kini sudah waktunya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ter...

Arena Sastra Indonesia Dari Polemik Hingga Sayembara Oleh: Dwi Rahariyoso

Gambar Kolase oleh  @ajirisme Sejak awal kemunculannya, Sastra Indonesia tidak lepas dari polemik dan politik. Sebagai konsekuensi yang demikian, maka politik dalam wilayah sastra di Indonesia adalah sesuatu yang lumrah sekaligus inheren. Tidak mengherankan apabila dalam perkembangannya, baik historis maupun estetis, dunia sastra menjadi semacam ruang tarik-ulur yang memberikan berbagai kemungkinan interpretasi sebagai akibat perubahan zaman. Mengutip pendapat Faruk (2018), bahwa politik sejatinya adalah aktivitas dan hasil aktivitas dominasi dan subordinasi yang berlangsung dalam hubungan yang saling mendukung antara dominasi dan hegemoni. Dalam konteks ini, politik yang mengarah pada penguasaan tubuh (legalformal) disebut sebagai dominasi. Sedangkan wujud penaklukan/penguasaan terhadap hati-pikiran secara nirsadar (informal) disebut sebagai hegemoni. Konsep terkait “penguasaan” yang dimaksudkan tersebut menjadi ciri khas politik, termasuk di dalam dunia sastra. Dalam sejarah perj...